AZIS LAMADJIDO: MENGUKIR SEJARAH HUKUM DAN PEMERINTAHAN SULAWESI TENGAH

 


Di tengah riuh gelombang perubahan zaman dan dinamika pembangunan daerah, nama Abdul Azis Lamadjido selalu terngiang sebagai sosok yang penuh dedikasi dan pengabdian. Pria kelahiran 1 September 1932 ini adalah salah satu tokoh penting Sulawesi Tengah yang tidak hanya dikenal karena jabatan-jabatan strategis yang pernah diembannya, tetapi juga karena warisan besar yang terus hidup dan memberi inspirasi. Kisah hidupnya adalah perjalanan seorang anak bangsa yang bermimpi besar untuk bangsanya, berawal dari cita-cita menjadi ahli hukum, hingga akhirnya dikenal sebagai pemimpin yang membawa perubahan bagi daerahnya.

Sejak kecil, Abdul Azis Lamadjido menunjukkan minat yang besar terhadap dunia hukum. Ia bercita-cita menjadi seorang ahli hukum yang mampu menegakkan keadilan dan memberi manfaat bagi masyarakat. Untuk mewujudkan mimpinya, ia menuntut ilmu di Sekolah Menengah Kehakiman Atas (SMKA) di Makassar, sebuah lembaga pendidikan yang mempersiapkan calon-calon jaksa dan pejabat hukum masa depan. Setelah menuntaskan pendidikannya di sana, ia melanjutkan pendidikan hukum di Universitas Hasanuddin, salah satu universitas terkemuka di Indonesia, dan meraih gelar sarjana hukum.

Tak hanya berhenti di sana, semangat pengabdiannya terhadap keadilan membawanya ke dunia karier sebagai jaksa. Ia mulai kariernya sebagai jaksa muda, dan perlahan menunjukkan kapasitasnya sebagai pejabat yang disiplin dan berintegritas. Keberhasilannya di dunia hukum membawanya menduduki posisi penting, seperti Kepala Kejaksaan Negeri Palu dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah. Pengalaman dan pengetahuan yang luas di bidang hukum membuatnya dikenal sebagai sosok yang tegas, adil, dan berkomitmen terhadap penegakan hukum.

Jabatan Publik dan Kontribusi

Perjalanan Abdul Azis Lamadjido di dunia pemerintahan semakin menanjak ketika ia dipercaya menjadi Bupati Donggala pada tahun 1966. Dalam kurun waktu lebih dari satu dekade, ia memimpin Kabupaten Donggala dengan penuh komitmen, membangun infrastruktur dan memperkuat pelayanan publik demi kesejahteraan rakyatnya. Kepemimpinannya yang visioner dan penuh tanggung jawab membawa perubahan nyata di daerah tersebut.

Tak berhenti di situ, Abdul Azis Lamadjido kemudian diangkat menjadi Gubernur Sulawesi Tengah pada tahun 1986, menggantikan Ghalib Lasahido. Sebagai gubernur selama sepuluh tahun, ia fokus pada pembangunan daerah, pengembangan sumber daya manusia, dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat Sulawesi Tengah. Di bawah kepemimpinannya, berbagai program pembangunan dan reformasi sosial dilaksanakan, yang bertujuan memberikan dasar yang kokoh bagi kemajuan daerah tersebut.

Warisan dan Penghargaan

Selain jejak-jejak keberhasilannya di dunia pemerintahan dan hukum, nama Abdul Azis Lamadjido diabadikan sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya. Sebuah universitas di Palu, yang sebelumnya merupakan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) dan Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Panca Bhakti Palu, kini dikenal sebagai Universitas Abdul Azis Lamadjido (Azlam). Keputusan ini diambil atas permintaan beliau sendiri, untuk menjadikannya pusat pengembangan sosial dan pendidikan tinggi yang mampu menjadi penggerak perubahan dan pemberdayaan masyarakat.

Universitas Azlam tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu, tetapi juga simbol perjuangan dan semangat Abdul Azis Lamadjido dalam membangun masa depan yang lebih baik. Dengan keberadaannya, warisan beliau terus hidup dan menginspirasi generasi muda untuk terus belajar, berkontribusi, dan mengabdi bagi bangsa dan daerahnya.

Abdul Azis Lamadjido adalah sosok yang mampu menyatukan kekuatan hukum, pemerintahan, dan pendidikan dalam satu perjuangan besar untuk Sulawesi Tengah. Melalui dedikasi dan integritasnya, ia meninggalkan jejak yang tak terlupakan di hati masyarakat dan di lembaran sejarah daerah. Warisannya yang terus berlanjut melalui Universitas Azlam adalah bukti nyata bahwa pengabdian dan semangat untuk memajukan bangsa tidak pernah sia-sia. Sosok beliau akan selalu dikenang sebagai pilar kekuatan yang menginspirasi generasi mendatang untuk terus berkarya dan berjuang demi kebaikan bersama.

Litbang Penerbit Magama, diolah dari berbagai sumber. 

Posting Komentar

0 Komentar