MENULIS DENGAN BAHASA KOMUNIKATIF, INI LANGKAHNYA!
www.penerbitmagama.com
Pernah kan anda merasa bosan saat membaca tulisan yang terlalu formal dan kaku? Atau justru merasa jauh dan tidak nyambung karena tulisannya terlalu resmi? Nah, sebenarnya, menulis dengan bahasa komunikatif bisa jadi solusi agar pesan kita sampai ke hati pembaca. Apa sih yang dimaksud dengan bahasa komunikatif? Singkatnya, ini adalah gaya penulisan yang santai, jelas, dan seolah-olah kita lagi ngobrol langsung sama pembaca. Yuk, kita bahas kenapa ini penting dan bagaimana caranya menerapkannya!
# 1. Gunakan Gaya Bahasa Percakapan (Kasual)
Bayangkan anda lagi cerita sama teman di kedai kopi. Nah, tulisannya pun harus begitu, tidak kaku dan terlalu resmi. Gaya bahasa kasual bikin pembaca merasa lebih dekat dan nyaman. Anda bisa pakai kontraksi, misalnya "tak" jadi "tak," "sudah" jadi "udah," biar terasa lebih santai. Selain itu, hindari jargon atau istilah teknis yang bikin pusing. Kalau ada istilah sulit, jelaskan saja lewat bahasa sehari-hari. Jadi, pesan tak cuma nyampe, tapi juga gampang dipahami.
# 2. Libatkan Pembaca Secara Langsung
Ingin pembaca merasa menjadi bagian dari cerita? Ajak mereka ngobrol! Kamu bisa pakai kata ganti orang kedua seperti "kamu" atau "Anda" supaya terasa lebih akrab. Misalnya, "Kamu pasti pernah merasa bingung, kan?" Atau, gunakan pertanyaan retoris untuk memancing pikiran mereka. Dengan cara ini, pembaca jadi nggak merasa sendirian dan tertarik untuk terus mengikuti tulisanmu sampai akhir.
# 3. Buat Kalimat dan Paragraf yang Pendek
Kebanyakan orang malas membaca blok teks panjang. Makanya, sangat penting buat memecah tulisan jadi paragraf pendek dan kalimat ringkas. Gunakan poin-poin atau daftar bernomor supaya informasi mudah dipindai. Misalnya, kalau mau jelaskan langkah-langkah, susun dalam poin-poin. Dengan begitu, mata pembaca tidak capek dan mereka bisa cepat menangkap inti dari tulisanmu.
# 4. Gunakan Kalimat Aktif
Kalimat aktif membuat tulisan terasa lebih hidup dan langsung ke poin. Contohnya, daripada bilang "surat itu telah dikirim oleh Budi," lebih baik bilang "Budi mengirim surat itu." Gaya ini membuat pesan terasa lebih tegas dan energik. Jadi, pembaca tidak bingung dan pesan tetap jelas.
#5. Fokus pada Satu Audiens Tertentu
Jangan berharap semua orang suka dengan tulisanmu, karena itu sulit sekali. Lebih baik bayangkan satu orang yang jadi pembaca ideal anda. Misalnya, anda menulis untuk mahasiswa, jadi gunakan bahasa yang mereka paham dan sesuai dengan kehidupan mereka. Dengan begitu, pesan akan terasa lebih personal dan berkesan di hati mereka.

Jadi, menulis dengan bahasa komunikatif bukan cuma soal gaya, tapi tentang bagaimana pesan kita sampai dengan jelas dan membuat pembaca merasa dekat. Dengan gaya percakapan, melibatkan mereka secara langsung, membuat kalimat pendek, memakai kalimat aktif, dan menargetkan audiens tertentu, tulisanmu pasti akan lebih menarik dan mudah dipahami. Jadi, mulai sekarang, yuk ubah gaya menulismu agar lebih komunikatif dan bersahabat. Karena, tulisan yang simpel dan hangat bisa bikin orang merasa dihargai dan terinspirasi!
Chaerudin A.Ewa, dari berbagai sumber.


Posting Komentar
0 Komentar